Sobat Pfis sudah paham apa itu angka penting? angka penting merupakan angka yang terdiri dari “angka pasti” dan “angka taksiran”.
Ada dua jenis angka, yaitu angka penting dan angka eksak. Kedua jenis angka tersebut sangat berbeda.
Angka eksak merupakan angka yang sudah pasti dimana diperoleh dari membilang (menghitung). Sedangkan, angka penting merupakan angka yang didapatkan dari pengukuran.
Namun, pada artikel ini kami akan membahas angka penting karena ada aturan yang perlu Sobat Pfis ketahui agar bisa mengetahui dan mendalami angka penting lebih baik.

Aturan Angka Penting
Ada beberapa aturan angka penting, yaitu :
- Semua angka bukan nol merupakan angka penting
- Angka nol paling kiri bukan angka penting
- Angka nol yang terletak di antara bukan angka nol merupakan angka penting
- Angka nol yang terletak di belakang bukan angka nol dalam desimal merupakan angka penting
Untuk aturan angka penting di atas akan kami berikan contohnya.
- Contohnya 123,22 maka ada 5 angka penting
- 0,008 maka ada 1 angka penting
- 88006 maka ada 5 angka penting
- 0,530 maka ada 3 angka penting
Penjumlahan dan Pengurangan Angka Penting
Di dalam penjumlahan dan pengurangan angka penting ada aturan yang perlu Sobat Pfis ketahui juga.
Misalkan, seperti ini :
0,223 + 3,51 = … ?
Angka yang digarisbawahi merupakan angka taksiran. Tadi sudah kami jelaskan bahwa angka penting terdiri dari angka pasti dan angka taksiran.
Untuk penjumlahan dan penguran angka penting harus mengikuti taksiran terdekatnya. Hasil penjumlahan di atas dapat dituliskan seperti berikut :
0,223
3,51
_______ +
3,733
Nah, terlihat bahwa tiga yang paling belakang merupakan angka taksiran dari angka 0,223, sedangkan angka taksiran 3 berikutnya merupakan angka taksiran dari 3,51
Hasil yang benar adalah mengambil 1 angka taksiran yang paling dekat saja. Sehingga, hasilnya adalah 3,73 (3 angka penting).
Untuk kasus penguran juga sama saja dengan penjumlahan angka penting.
Perkalian dan Pembagian Angka Penting
“Untuk perkalian dan pembagian gunakan angka penting yang paling sedikit untuk hasilnya.” Sobat Pfis perlu menggunakan aturan tersebut jika ingin mengalikan atau membagi angka penting.
Misalnya,
2,5 x 1,35 = … ?
2,5 merupakan 2 angka penting
1,35 merupakan 3 angka penting
Maka hasil yang harus digunakan adalah 2 angka penting.
2,5 x 1,35 = 3,375 (4 angka penting).
Perlu diubah agar menjadi 2 angka penting saja.
2,5 x 1,35 = 3,375 (4 angka penting) ==> 3,38 (3 angka penting) ==> 3,4 (2 angka penting).
Maka hasil dari 2,5 x 1,35 = 3,4 (2 angka penting).
Untuk kasus pembagian juga sama dengan perkalian, yaitu mengambil angka penting terkecil.
Aturan Angka Penting Akar dan Kuadrat
“Hasil akar dan kuadrat harus sesuai dengan angka penting sebelum di akar atau di kuadratkan”. Nah, Sobat Pfis juga harus memahami aturan dari angka penting akar dan kuadrat.
Misalnya, contoh seperti ini :
(2,5)^2 = … ?
Hasil dari kuadrat 2,5 adalah 6,25. Namun, ini masih 3 angka penting. Sehingga, perlu diubah menjadi 2 angka penting.
(2,5)^2 = 6,25 (3 angka penting) ==> 6,3 (2 angka penting).
Untuk contoh soal dan pembahasan angka penting, Sobat Pfis bisa baca artikel di bawah ini ya :
Baca Juga : Contoh Soal Angka Penting dan Pembahasannya
Kesimpulan
Bagaimana apakah Sobat Pfis sekarang sudah memahami dari materi angka penting. Semoga artikel ini bisa membantu ya.
Kami akan terus memperbarui artikel ini agar kedepannya bisa lebih baik lagi.